HomeBerita UtamaPegiat Antikorupsi Tantang Kepolisian dan Kejaksaan Beri 'Hadiah' Besar Waga Jeneponto Jelang...

Pegiat Antikorupsi Tantang Kepolisian dan Kejaksaan Beri ‘Hadiah’ Besar Waga Jeneponto Jelang Akhir Tahun ‘Bersih-Bersih’ dan Usut Pengadaan Makan Minum di RSUD Lanto Daeng Pasewang

MAKASSAR — Kegiatan pengadaan makan minum RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto terus disorot oleh pegiat antikorupsi karena terindikasi fiktif. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pengadaan makan minum kegiatan operasional pelayanan rumah sakit tersebut terdapat kegiatan pengadaan makan minum tidak dilaksanakan sepenuhnya pada tahun 2021 tetapi dipertanggungjawabkan menggunakan bukti pendukung yang sama berupa nota kontan, foto dokumentasi, daftar hadir, dan laporan kegiatan.

Mulyadi, salah satu pegiat antikorupsi meminta aparat penegak hukum menyeret pelaku kegiatan pengadaan makan minum yang diduga fiktif atau tidak dilaksanakan tersebut ke ranah hukum.

“Kami menilai sudah waktunya perlu ‘bersih-bersih’ di lingkup RSUD Lanto Daeng Pasewang. Kepolisian dan Kejaksaan harus tegas dan berani melakukan pemberantasan dugaan korupsi dan mengusut kegiatan pengadaan barang dan jasa serta proyek fisik di rumah sakit tersebut,” tegas Mulyadi kepada celebesnews.co.id pada, Kamis (24/11/2022).

Temuan BPK terkait pengadaan makan minum di rumah sakit umum daerah ini diharapkan menjadi pintu masuk aparat penegak hukum. “Sudah saatnya dan waktunya rumah sakit tersebut berbenah, temuan-temuan kecil seperti pengadaan makan minum yang diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan ini hanya sedikit dari sekian banyak lainnya paket pengadaan barang dan jasa serta kegiatan proyek konstruksi di rumah sakit tersebut patut diusut,”ujarnya.

Menurut Mulyadi, jangan lagi ada pembiaran dan terkesan pilih kasih untuk pemberantasan kasus-kasus korupsi. Rumah sakit Lanto Daeng Pasewang harus bisa menjadi pilot projek kepolisian maupun kejaksaan di Sulawesi Selatan untuk melakukan bersih-bersih yang dimulai dari instansi rumah sakit.

Bila selama ini, keberadaan rumah sakit dinilai kurang tersentuh oleh apara penegak hukum, maka kasus pengadaan makan minum di RSUD Lanto Daeng Pasewang menanti kehadiran kepolisian maupun kejaksaan sebagai langkah awal melakukan gebrakan besar jelang penghujung tahun 2022.

“Mudah-mudahan bapak-bapak dari kepolisian maupun kejaksaan bisa memberi ‘hadiah’ besar secara khusus kepada masyarakat Kabupaten Jeneponto menjelang akhir tahun 2022 ini dengan menjobloskan pejabat pelaku korupsi serta mengusut proyek pengadaan makan minum tersebut dan semua pihak-pihak terkait segera diperiksa,”tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto yang berusaha dikonfirmasi oleh celebesnews melalui surat terkait tindak lanjut temuan LHP BPK tahun 2021 tersebut sejak beberapa lalu hingga berita ini diturunkan tidak memberikan respon dan jawaban. (cn)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments